Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Sejarah SMK Komputer Karanganyar Kebumen

PENYELENGGARA PENDIDIKAN
SMK Komputer Karanganyar Kabupaten Kebumen melalui Yayasan Penyelenggara Pendidikan IPTEK – Komputer didirikan pada tahun 1997 akte notaris no. 13 tanggal 17 Juni 1997 / No. 4 tanggal 19 April 2000

Untuk pertama kalinya susunan pengurus dan pengelola Yayasan Pendidikan IPTEK -Komputer adalah sebagai berikut :
Ketua    :    Ir. Budi Setiyono
Sekretaris    :    Ny. Umi Kalsum
Bendahara    :    Rusmadi
Wakil Bendahara    :    R. Toto WPS, S.Kom
Penasehat    :    R. Soemarno, Bc.Hk.
Pengurus Harian    :   
               a. Drs. Arif Dwi Handoyo
               b. Dwi Setyowati, SE
               c. Dra. Eni Setyowati
 
Pada tahun 1997 / 1998 Yayasan Pendidikan “IPTEK KOMPUTER” mengawali diselenggarakannya pendidikan Komputer, dengan mendapatkan ijin operasional dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan No. 1266/I.03.25.30/MS/1998 tanggal 22 Juni 1998, dengan nama LEMBAGA PENDIDIKAN PROGRAM PROFESI  “IMTEK – KOMPUTER” disingkat LP3IK dan untuk pertama kali beralamat di Jl. Revolusi No. 42 Karanganyar – Kebumen.

Bersamaan dengan dikeluarkannya ijin operasional dari Depdikbud, maka pada tanggal 28 Juli 1998 ditandatangani pula memorandum kerjasama antara LP3IK dengan SMK di Kabupaten Kebumen, yaitu melalui Surat memorandum kerjasama No. 007/Dir/IMTEK/VII/98. Sejak saat itu aktivitas dan penyelenggaraan pendidikan dilakukan 2 tempat dengan membuka beberapa program keahlian

Program pendidikan yang dibuka adalah :
1.     Pendidikan Komputer Terpadu ( 6 bulan )
2.     Pelatihan Singkat Reguler Komputer ( 3 bulan )
 
 
Merupakan suatu hal yang menggembirakan karena pada angkatan pertama tahun pendidikan 1997/1998 LP3IK bisa merekrut siswa sebanyak 180 peserta didik. Pada angkatan kedua tahun 1998/1999 LP3IK terlihat lebih diakui oleh masyarakat, terbukti untuk angkatan kedua mendapat peserta didik sebanyak 200 siswa. Sejak awal berdirinya LP3IK memperoleh dukungan para pakar dari pelbagai disiplin keilmuan.

Selanjutnya untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan profesionalisme pada angkatan kedua telah dilakukan kerjasama dengan Akademi Manajemen Informatika & Komputer (AMIK Veteran – Purwokerto) melalui Surat Memorandum Kerjasama No. 033/DIR/IMTEK/VII/98 untuk menyelenggarakan program pendidikan kelas jauh pendidikan 1 (satu) tahun (setingkat D1). Sehingga pada tahun Pendidikan 1999/2000 LP3IK dirubah menjadi Lembaga Pendidikan Program Profesi Asosiasi Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer (LP3IK  asosiasi AMIK Veteran Purwokerto), dengan membuka program :
1.     Pendidikan 1 tahun (setingkat D1) Program Studi Manajemen Informatika
2.     Program Terpadu
3.     Program Pelatihan Singkat Reguler
 
Dengan adanya kerjasama dengan AMIK Veteran Purwokerto, sehingga tahun pendidikan 1999/2000 penerimaan pendidikan dibagi 2, yaitu kelas program 1 tahun dan kelas program terpadu, disamping kelas pelatihan singkat reguler. Secara rinci perolehan peserta didik tahun pendidikan 1999/2000 adalah sebagai berikut : Program Pendidikan 1 tahun mendapat peserta didik sebanyak 15 peserta, Program Pendidikan Terpadu dan Pendidikan Reguler Singkat sebanyak 160 peserta didik, sehingga jumlah peserta didik seluruhnya adalah 175 siswa.

Walaupun tahun ketiga terjadi penurunan peserta didik, hal ini tidak menjadikan staf dan pengelola berkecil hati, akan tetapi lebih memacu dan meningkatkan manajemen pendidikan. Untuk lebih meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakatn pada tahun 2000 dilakukan reorganisasi pengurus Yayasan, melalui Akta Notaris No. 4 tanggal 19 April 2000. Bersamaan dengan itu dibuka Sekretariat LP3IK yang beralamat di Jl. Tentara Pelajar No. 15 Karanganyar – Kebumen sekaligus sebagai kegiatan Pendidikan Kampus II, dan pada saat itu pula untuk meningkatkan kualitas pendidikan LP3IK menambah perlengkapan praktek.
 
 
Dengan adanya reorganisasi sehingga terbentuk pengurus baru, dengan susunan sebagai berikut :
 
1    Ketua    :    Ir. Budi Setiyono
2    Sekretaris    :    Ny. Umi Kalsum
3    Bendahara    :    R. Toto WPS, S.Kom
4    Penasehat    :    R. Soemarno, Bc.Hk.
5    Pengurus Harian    :    1. Drs. Arif Dwi Handoyo
               2. Dwi Setyowati, SE
               3. Dra. Eni Setyowati
 Pada tahun pendidikan 2000/2001 peserta didik meningkat sebesar 15 % yaitu sebanyak 200 siswa dan pada tahun 2001/2002 mendapat siswa sebanyak 210 siswa. Sehingga sampai akhir tahun 2002 LP3IK telah meluluskan siswa sebanyak 765 siswa.

Dalam kurun waktu yang sangat singkat LP3IK mengalami perkembangan yang begitu pesat, mulai 1 Juni 2002 membentuk suatu Unit Pengembangan & Penelitian (Resource Development Consultan) yang bekerjasama dengan AMIK Veteran Purwokerto disingkat “UPP LP3IK” yang bergerak dalam bidang pengembangan manajemen dan teknoogi khususnya dalam bidang teknologi informasi, termasuk didalamnya pengelolaan serta pemasangan jaringan instalasi komputer.
 
PENDIRIAN SMK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (SMK KOMPUTER)
Berbagai tahapan dan pekembangan LP3IK pada tahun 2003/2004 menyelenggarakan lembaga pendidikan formal yaitu berupa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK Teknologi Informatika dan Komputer), sesuai dengan ijin yang dikeluarkan oleh Dinas P & K No. 421/1208/2004 tanggal 3 Mei 2004. bidang Teknologi Informasi  dan Komunikasi, Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Berdasarkan penilaian Badan Akreditasi Nasional Sekolah tertanggal 12 Desember 2007 SMK Komputer Karanganyar telah dinyatakan terakreditasi “B”. 

Dengan semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dewasa ini serta persaingan kualitas lulusan yang begitu ketat, SMK sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja menengah yang berkualitas dan dapat bersaing pada dunia kerja. Untuk pengembangan  SMK baik dalam program keahlian, peran dan fungsi, kurikulum maupun modul-modul Sistim diklat perlu diarahkan kepada program yang dapat meningkatkan potensi wilayah dan Sumber Daya Manusia.

sumber

Sejarah SMK Ma'arif 5 Gombong

Sejarah SMK Ma'arif 5 GombongSMK Ma’arif 5 Gombong didirikan pada tanggal 17 Mei 1999 dengan dua Jurusan yaitu Administrasi Perkantoran / Sekretaris dan Akuntansi.

Tiga tahun kemudian (2002/2003) membuka jurusan baru yaitu Teknik Mesin Otomotif dan telah menamatkan 7 angkatan sejak Tahun Pelajaran 2004/2005.

Sampai Tahun Pelajaran 2010/2011 telah menamatkan 10 kali (1308 siswa) dengan rata-rata kelulusan diatas 98 %.

Seluruh Jurusan / Program Studi TERAKREDITASI  B.

Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Mandiri.

Sejak Agustus 2008 SMK Ma’arif 5 Gombong membangun Ruang Kelas Baru sebanyak 6 ruang teori dan 1 ruang guru dilokasi baru tepatnya di sebelah timur SMPN 3 Gombong Jl. Lingkar Selatan Patemon Gombong telp. (0287)  472140, yang secara kebetulan berbeda alamat dengan yang sebelumnya yang beralamat di Jl. Kemukus 94 Kemukus – Gombong – Kebumen.

Kurun waktu 12 tahun, (17 Mei 2011)  SMK Ma’arif  5 Gombong dipimpin secara berurutan oleh Bapak KH. Ahmad Salimun, S.Ag., sejak 1999 sampai dengan Juni 2002, Bapak Drs. Cahyono sejak Juli 2002 sampai dengan 31 Agustus 2008 dan Bapak Ahmad Shobirin, S.Pd.I. sejak 1 September 2008.

Sejak tahun Pelajaran 2008 sampai hari ini Proses Belajar Mengajar belangsung pagi hari untuk 13 ( rombel).

Sejak 26 Juli 2011 mulai diterapkan Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008

Senin, 31 Desember 2012 jam 11.00 telah diresmikan 10 Ruang Kelas Baru dilokasi baru Jl. Lingkar Selatan No. 32 Patemon Gombong oleh Bupati Kebumen yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dinas Dikpora) Dra. Dyah Woro Palupi, disaksikan oleh Sekretaris Dinas Dikpora Drs. HM. Priyono, M.M.Pd., Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dikpora, Drs. H. Sudirman, Sekretaris PW LP Ma’arif NU Jateng Syahidin, M.Si., Ketua PCNU Kab. Kebumen Drs. H.Maskur Rozak dan segenap jajaran pengurusnya, Ketua PC LP Ma’arif NU Kab. Kebumen DR. Imam Satibi, M.Pd.I. dan jajaran pengurusnya, Pendiri Ma’arif 5 Gombong KH.M.Muslikhudin Ali Zein, Camat Gombang H. Sumarno, S. Sos., Kades Patemon Moh. Badri, Kades Kemukus Suparjo, Wali murid kelas 12, Dewan Guru Karyawan SMK Ma’arif 5 Gombong, Kepala SMP/MTs Negeri swasta kecamatan Gombong, Kuwarasan, Sempor Ayah dan sekitarnya dan Kepala Sekolah SMK Ma’arif 5 Gombong Ahmad Shobirin, S.Pd.I. serta Kepala SMK Ma’arif 01 s.d. 09 Kebumen, Beberapa Pengurus MWC NU Gombong.

Pada hari dan jam yang sama juga lakukan serah terima Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9001:2008 oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Kebumen kepada Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong.

Source : Website resmi : SMK Ma'arif 5 Gombong

Sejarah SMA Pius Gombong Kebumen



Sejak lama masyarakat Gombong, terlebih para orang tua siswa Sekolah-sekolah Pius Bakti Utama Gombong, mengharapkan berdirinya sebuah SMA Katolik sebagai kelanjutan pendidikan TK, SD serta SMP Pius Bakti Utama yang telah ada. Untuk menjawab kebutuhan umat tersebut, Dewan Paroki St. Mikael Gombong mengambil sikap untuk membentuk Panitia Pendirian SMA Katolik di Gombong. Dengan restu Pastor Paroki, Rm. Thomas M. Freitas MSC, dibentuk dan diresmikanlah Panitia Pendiri SMA Katolik di Gombong.

http://juragansejarah.blogspot.comSMA ini awalnya memakai nama SMA Pius Bakti Utama Gombong. SMA ini memulai kegiatan belajar mengajar pada tanggal 16 Juli tahun 1988. Dengan mulainya kegiatan belajar mengajar ini, panitia pendiri diubah menjadi Pengurus SMA Pius Bakti Utama Gombong selaku Penyelenggara Sekolah. Sejak tahun berdiri sampai tanggal 30 Agustus 2005 Kepala Sekolah dijabat oleh Ibu Maria Sumartini, B.A. Mulai tanggal 1 September 2005 sampai sekarang dijabat oleh Ibu Dra. St. Aprilia Suprihatini.
http://juragansejarah.blogspot.com/2013/01/sejarah-sma-pius-gombong-kebumen.html
Dari ‘nunut’ menjadi mandiri
Pada awalnya, kegiatan belajar mengajar SMA Pius ‘nunut’ di gedung SMP Pius Bakti Utama Gombong. Memasuki tahun ajaran ketiga 1990/1991, ketika jumlah tingkat kelas telah lengkap yaitu kelas I, II dan III, pengurus merasakan kebutuhan ruang kelas SMA yang terpisah dari SMP. Oleh karena itu pengurus berusaha agar dapat segera membangun beberapa ruang belajar di atas tanah yang sudah dibeli. Dengan modal kredit dari BRI Cabang Gombong dan bantuan para dermawan, maka dibangunlah: 1 ruang kantor ukuran 3 x 8 meter, 4 ruang belajar ukuran a 8 x 9 meter, 2 WC putra/putri, 1 WC guru dan Urinoir serta 1 ruang sepeda. Lokasi baru yang sampai sekarang ditempati ini terletak di Jl. Sempor Baru atau yang sekarang dikenal sebagai Jl. Tentara Pelajar.

Lokasi dan gedung baru SMA Pius Bakti Utama Gombong ini diberkati oleh Bp. Uskup Mgr. P.S. Hardjasoemarta MSC, tanggal 26 Oktober 1990. Pada tanggal 27 Oktober 1990, penggunaan gedung baru SMA Pius Bakti Utama Gombong ini diresmikan oleh Bp. Drs. Tidjan Wirjosantosa mewakili Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kebumen yang berhalangan hadir.

Pada tahun 1998, untuk menambah sarana prasarana yang ada, dibangunlah 5 ruang belajar baru beserta laboratorium, ruang osis, ruang BK, kanting, rumah penjaga sekolah, dll.

Tahun 2003, setelah melalui pembicaraan bersama Yayasan Bakti Utama, SMA Pius tidak lagi menjadi bagian dari Yayasan Bakti Utama. SMA Pius ditetapkan dikelola sendiri oleh pengurus di bawah naungan Pastor Paroki St. Mikael Gombong. Terkait dengan urusan administrasi kepemerintahan dan dana pensiun karyawan-guru, SMA Pius Gombong menginduk pada Yayasan Pius yang berpusat di Purworejo.

Tahun 2005, dibangun gedung laboratorium komputer. Dilakukan juga penggantian atap dari asbes menjadi atap genting.
Tahun 2009-2010, dibangun lagi gedung baru berlantai dua. Lantai 1 digunakan sebagai laboratorium fisika dan kimia. Lantai 2 digunakan sebagai perpustakaan.

Tahun 2011, gedung baru dan lokasi baru SMA Pius diberkat. Di tahun 2011 pula, dibangunlah pagar keliling kompleks SMA Pius untuk meningkatkan keamanan. Juga dilakukan perbaikan saluran air di tengah lokasi SMA dan pengurukan sawah milik SMA Pius Gombong. Di lokasi baru ini akan dibangun berbagai sarana pendukung kegiatan siswa: olahraga, ekstrakulikuler, dll.

Dari SMA Pius Bakti Utama menjadi SMA Pius
Berdasarkan pembicaraan antara para pastor di Paroki St. Mikael Gombong, Dewan Pimpinan  Provinsial ADM beserta pihak Yayasan Bakti Utama serta para pengurus SMA Pius Gombong, disepakati bahwa sejak tahun 2011 SMA Pius Gombong tidak lagi mencamukan nama dan logo "Bakti Utama". Keputusan tersebut didasarkan fakta bahwa SMA Pius Gombong bukan bagian (: unit kerja) dari Yayasan Bakti Utama. Meski demikian, disepakati pula bahwa kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan amat baik akan terus dilaksanakan. Maka sekarang nama resmi SMA ini adalah SMA Pius Gombong.


Sejarah Kabupaten, Sejarah Kota, Sejarah Kerajaan, Sejarah Organisasi dapat dibaca disini

Sejarah SMAN 2 Purwokerto


Perjuangan Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan. Kemudian dari pada itu, segenap bangsa berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikannya, tidak pula ketinggalan para pelajar sekolah-sekolah menengah, menengah atas dan mahasiswa.

Demikian pula di daerah Banyumas, para pelajar sekolah menengah dan mahasiswa yang berasal dari daerah Banyumas, tidak mau ketinggalan dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan Negara dan Bangsa bersama-sama dengan Angkatan Bersenjata sebagai pelajar pejuang.

Pecahlah Clash I pada tanggal 21 Juli 1947 Tentara Belanda menyerbu kedalam daerah Republik, bermula dari Jakarta menuju ketimur, antara lain melalui daerah Banyumas, sampai adanya gencatan senjata pada garis demarkasi antara Banjarnegara - Kebumen - Gombong.

Sejak Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, lebih-lebih sejak pecahnya Clash I tanggal 21 Juli 1947, pelajar-pelajar sekolah menengah di daerah Banyumas aktif menceburkan diri dalam perjuangan kemerdekaan, yang sebagian tergabung dalam BRIDGE XVII/TENTARA PELAJAR Z dan sebagian lagi tergabung dalam MOBPEL (Mobilisasi Pelajar). Tentara Pelajar di daerah Banyumas dikenal dengan nama I.M.A.M ( INDONESIA MERDEKA ATAU MATI). Tidak sedikit korban berjatuhan di antara pelajar-pelajar pejuang, di antaranya Komandan I.M.A.M.

Clash I dilanjutkan lagi dengan Clash II pada tanggal 18 Desember 1948, Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia pada waktu itu diduduki oleh Tentara Belanda.

Dalam keadaan demikian, para pelajar pejuang yang tergabung dalam TENTARA PELAJAR dan MOBPEL meneruskan perjuangannya, sehingga tidak sempat duduk di bangku sekolah.

Kesempatan untuk belajar kembali di bangku sekolah terbuka setelah dicapai pangkuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Negeri Belanda pada tanggal 29 Desember 1949.Rintisan SMA Negeri di Purwokerto

Dalam tahun 1946 sesungguhnya di Purwokerto telah dirintis berdirinya sebuah SMA Negeri. Hal ini dimungkinkan karena Purwokerto menjadi kota pengungsian, dimana banyak Jawatan/Dinas Republik Indonesia mengungsi di Purwokerto sebagai akibat didudukinya Jakarta, Ibu Kota Republik oleh Tentara Belanda.

Dengan pecahnya Clash I tanggal 21 Juli 1947, SMA Negeri yang sedang dirintis berdirinya di Purwokerto ikut mengungsi ke Wonosobo. Tetapi dipengungsian jumlah siswa yang diharapkan bersekolah sangat diselidiki, sebab sebagian besar tetap berjuang di daerah Banyumas yang merupakan daerah pendudukan Tentara Belanda.

Demikian pula gurunya yang sebagian besar adalah pegawai-pegawai dari pelbagai Jawatan/Dinas Pemerintah, mereka ikut pula mengungsi bersama Jawatan/Dinas ke Yogyakarta.

Tengah orang berusaha menyelenggarakan SMA Negeri Purwokerto di tempat pengungsian di Wonosobo, pecahlah Clas II pada tanggal 18 Desember 1948, sehingga usaha tersebut terhenti pula.Lahirnya SMA Negeri Purwokerto

Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia oleh Negeri Belanda pada tanggal 29 Desember 1949, diikuti dengan ditariknya Tentara Belanda dari Wilayah Republik Indonesia, memungkinkan Pemerintah Republik Indonesia berjalan kembali di kota-kota dan para pelajar di daerah Banyumas pun memasuki kota Purwokerto kembali.

Mulailah kembali dirasakan perlu kota Purwokerto memiliki SMA Negeri. Para pelajar yang selama ini berjuang sebagai TENTARA PELAJAR dan MOBPEL, sudah berkesempatan kembali kebangku sekolah.

Maka pada tanggal 1 Maret 1950, oleh tokoh-tokoh masyarakat di Purwokerto didirikanlah SMA Purwokerto guna menampung pemuda-pemuda pelajar pejuang yang tergabung dalam TENTARA PELAJAR dan MOBILISASI PELAJAR.

Berdirinya SMA Negeri Purwokerto sebagai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang pertama kali berdiri di kota Purwokerto, bahkan di Karesidenan Banyumas, kemudian dilaporkan kepada Departemen PPK yang pada waktu itu masih di Yogyakarta.

Dengan surat Putusan Menteri PPK NO. 4791/b tanggal 28 Juni 10\950, diresmikanlah berdirinya sekolah tersebut, yang pada diktum pertama, bagian pertama sob.c ditetapkan bahwa:

Sekolah itu terutama disediakan bagi pelajar-pelajar SMA yang telah menunaikan kewajibannya berbakti kepada Negara sebagai anggota BRIDGE XVII dan Mobilisasi Pelajar dan memenuhi syarat untuk diterima sebagai murid SMA Negeri.

Berdirinya SMA Negeri Purwokerto ini merupakan hasil perjuangan dari tokoh-tokoh masyarakat Purwokerto yang menginginkan adanya suatu SMA guna menampung pemuda-pemudi pelajar pejuang yang kembali dari front. Adapun tokoh-tokoh pendiri SMA Negeri ini terdiri dari:

A. Pemerintah
1. Bapak Jendral Gatot Soebroto
2. Bapak R.M. Gandasubrata
3. Bapak Wagio
4. Bapak Supar (Corp Polisi Militer)

B. Pengajar Penyumbang Pengetahuan dan Pengalaman

1. Ibu R.A. Gandasubrata
2. Ibu Sumarto
3. Ibu Suwarti
4. Bapak Alka
5. Bapak Pangkat
6. Bapak Sumadi
7. Bapak Suparto
8. Bapak Prajitno
9. Bapak B.R. Josserande
10. Bapak Salikin
11. Bapak J. Junus
12. Bapak Dokter Sarjono
13. Bapak Riskan
14. Bapak Wartowidagdo
15. Bapak Misngad Darmabrata
16. Bapak Soetojo
17. Bapak Soewondo

C. Wakil-wakil Pelajar Pejuang:
I. Staf Komando Pasukan I.M.A.M.
1. Saudara Moestopo
2. Saudara Soeseno
3. Saudara Soerono
4. Saudara Suhardini
5. Saudara Mohammad Kosim
6. Saudara Sumadi
7. Saudara Soetjipto Hadi

II. Staf Komandan MOBPEL
1. Saudara Kusparjadi
2. Saudara Rasdan Purnomo
3. Saudara Kuat Waluyo
4. Saudara Slamet Rahardjo
5. Saudara Soemarpeni
6. Saudara Bambang Utomo
7. Saudara Manung Sunardi
8. Saudari Sri Nastiti Kusti Aminah

Setelah pendaftaran selesai dan staf pengajar tersusun, maka berdirilah SMA Negeri Purwokerto untuk pertama kalinya sebagai SMA Perjuangan yang dibuka pada tanggal 8 Maret 1950.

Selaku pejabat Direktur adalah Bapak Soetojo yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Kantor Pengajaran Karesidenan Banyumas di Purwokerto dan selaku Kepala Tata Usaha yang pertama kalinya adalah Bapak Soewondo.

Pada bulan Juli 1950 Bapak Soetojo selaku pejabat Direktur digantikan oleh Bapak M. Sumarmo yang diangkat menjadi pejabat Direktur SMA Negeri Purwokerto oleh Menteri PPK pada tanggal 21 Juli 1950, sedangkan selaku Kepala Tata Usaha adalah tetap Bapak Soewondo. Masing-masing menjalani pensiunannya pada tanggal 1967 dan 1971.

Para pengajar adalah Bapak-bapak dari pelbagai Dinas dan Ibu-ibu yang dipandang memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengajar di SMA.
Pada tanggal 1 Agustus 1950 sekolah dibuka dengan 2 macam kelas, yaitu kelas I lama yang sudah belajar sejak bulan Maret 1950 dan Kelas I baru diterima dari lulusan SMP pada bulan Juli 1950, dan Kelas II yang sudah belajar sejak bulan Maret 1950. Dengan demikian ada 3 (tiga) kelas dengan ..... ruang.

Hampir semua murid adalah pejuang, sedangkan di kelas baru ada beberapa orang murid yang bukan pelajar pejuang diterima setelah mendapat dispensasi dari Pemerintah di Purwoekrto dan dari Departemen PPK.

Segera setelah masuk pada tanggal 1 Agustus 1950, sebagai tahun ajaran baru, para pelajar Kelas I dan II yang alam sudah sejak bulan Maret 1950, mengajukan permintaan untuk diusahakan agar kenaikan kelas mereka dipercepat. Dengan seizin Departemen PPK permintaan para pelajar itu dapat diterima dan dikabulkan kenaikan kelas baru mereka ditetapkan pada akhir Oktober 1950. Berkat adanya saling pengertian antara para guru dan pelajar, maka pelajar-pelajar dengan sekeras-sekerasnya untuk dapat mempersiapkan diri guna kenaikan kelas pada akhir Oktober 1950 tersebut.
Ternyata ada beberapa pelajar yang sudah dapat naik kelas. Dengan demikian mulai 1 November 1950 sekolah sudah mempunyai kelas I, II dan III kesemuanya dari Bagian B (Ilmu Pasti). Para pelajar kelas III Bagian A (Sastra) menurut Ketetapan Menteri PPK harus disalurkan ke SMA-SMA Bagian A di Yogyakarta atau Bandung.

Selanjutnya Sekolah Menengah Atas Negeri Purwokerto berjalan seperti SMA-SMA lainnya.
Kemudian sejak tahun 1951 sudah mulai menghasilkan lulusannya yang pertama kainya, sedangkan dalam tahun 1953, hampir semua pelajar pejuang sudah dapat menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri ini.Perkembangan Selanjutnya

Tahun 1953
Pada tahun 1953 oleh Menteri PPK ditetapkan SMA Negeri Purwokerto sebagai SMA Umum Bagian B (Ilmu Pasti) Negeri Purwokerto lengkaplah Bagian A, B dan C.

Tahun 1960
Dengan demikian meningkatnya jumlah pelajar yang memasuki SMA Negeri Purwokerto ini, yaitu pada tahun 1959 jumlah kelas menjadi 26 (dua puluh enam) kelas, masing-masing untuk Bagian A sebanyak 7 kelas, Bagian B sebanyak 11 kelas dan Bagian C sebanyak 8 kelas, maka pada tahun 1960 SMA Negeri Purwokerto dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:
I. SMA Negeri I/A.C dengan Direktur Bapak Darjono yang kemudian diganti oleh Bapak Liem Ing Djien dan sejak tahun ......... diganti oleh Bapak Soegijanto, sebagai Kepala Tata Usahanya Bapak Markono.
II. SMA Negeri II/B dengan Direkturnya Bapak M. Soemarmo yang kemudian diganti oleh Bapak Soeharto sejak tahu 1967. Sebagai Kepala Tata Usahanya tetap Bapak Soewondo, samapi tanggal 1 April 1971 menjalani masa pensiunnya diganti oleh Bapak Soetarno sampai dengan Mei 1995. Mulai bulan Juni 1995 jabatan Kepala Tata Usaha dijabat oleh Ibu Surtini hingga sekarang.

Tahun 1963
Selanjutnya mulai tahun 1963 oleh Pemerintah c.q. Menteri PPK sekolah dirubah menjadi SMA Gaya Baru yang terdiri dari jurusan PASPAL (PASTI dan PENGETAHUAN ALAM) dan Jurusan SOSBUD (SOSIAL BUDAYA).

Tahun 1985
Dewasa ini genap 35 tahun berdirinya SMA Negeri Purwokerto, nama SMA (Sekolah Menengah Atas) masih dipergunakan. Namun demikian usaha-usaha untuk memperbaiki/memperbaharui pendidikan mulai berjalan dan SMA Negeri Purwokerto berkembang lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan jamannya.

Tahun 1997
Dasar Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 035/O/1997 tanggal 7 Maret 1997 tentang perubahan nama dari SMA menjadi SMU. Dengan demikian SMA Negeri 2 Purwokerto.

Tahun 2000
SMU Negeri 2 Purwokerkto memasuki usianya yang ke-50 sudah banyak pengalaman, banyak kemajuan dan banyak mencapai suatu keberhasilan. Namun walaupun demikian SMU Negeri 2 Purwokerto tidak akan berhenti sampai disitu, namun tetap akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk lebih banyak agar dapat meraih kemajuan dan keberhasilan pada masa yang akan datang sehingga dapat menyesuaian dengan perkembanan dan tuntutan zaman.
Untuk itu Keluarga Besar SMU Negeri 2 Purwokerto mempunyai Visi dan Misi yaitu:
1. Visi: "Terbaik dan Terbesar"
2. Misi:
a. Mencetak generasi muda yang taqwa, cerdas dan terampil
b. Mempersiapkan siswa untuk diterima di UMPTN
c. Berbuat yang terbaik untuk masyarakat

Bangunan dan Ruang Kelas
Sejak 1950-1955 SMA Negeri Purwokerto menempati gedung di jalan Gereja No. 20 dengan mempunyai ruangan sebanyak 6 buah ; 3 diantaranya adalah ruangan darurat, sedangkan sekolah ini mempunyai 20 (sepuluh) kelas. Akibatnya sekolah belajar dari 07.15 sampai jam 15.30.

Semula pada zaman Belanda dulu, gedung ini adalah Sekolah Guru (Normaal School) dan sejak tahun 1953 sekolah ini dibuka kembali dengan nama SGA (Sekolah Guru Atas) dan sekarang SPGN (Sekolah Pendidian Guru Negeri) Purwokerto.

Sejak tahun 1955, SMA Negeri Purwokerto menempati gedung SMU Negeri 2 purwokerto sekarang, yaitu di Jalan Jendral Gatot Soebroto NO. 69 Telp (0281) 635057 yang pada zaman Belanda adalah Gedung (SEKOLAH MENENGAH UMUM PERTAMA atau MULO)
Ruangan SMA Negeri pada tahun 1955 ini adalah sebanyak 13 (tiga belas) ruang. pada tahun 1965 dengan bantuan ruangan bertambah dengan 2 (dua) ruang kals. Hingga saat ini SMU Negeri 2 Purwokerto memiliki 27 runag kelas, 6 laboratorium dan Kantor Kepala Sekolah, Tata Usaha, Ruang Guru, Musholla, Perpustakaan, Ruang BP dan Komputer.

Kemudian 1 Juli 1983, direktur SMA Negeri 2 Purwokerto diganti oleh Bapak SOETARDJO As, berdasarkan surat Kawat Kantor Dep. P dan K Propinsi Jawa Tengah tanggal 30 Juni 1983 NO/ 1683/I03/C.83 dan SK Menteri P dan K RI tangal12 April 1984 No. 26392/C/KI.1/1984 sampai tahun 1990.

Kemudian pada bulan Januari 1991 SMA Negeri 2 Purwokerto mendapat kekosongan Kepala Sekolah, maka untuk sementara diampu oleh Drs. ILYAS (Kepala SMU Negeri 1 Purwokerto) sampai Oktober 1991.

Sejak tanggal 2 November 1991 sampai 31 Januari 1994 pejabat Kepala Sekolah oleh Bapak SOEDIONO. Sedangkan mulai bulan Februari 1994 ada pergantian Kepala Sekolah yaitu oleh Bapak NGAKAN NJOMAN OKA sampai 31 Oktober 1996.

Sejak tanggal 1 November 1996 sampai 10 Juli 1999 pejabat Kepala Sekolah oleh Bapak Drs. H. SURODJO Hs, MM.
Sejak tangga 1 November 1999 sampai dengan sekarang pajabat Kepala Sekolah oleh Bapak Drs. Akhmad Khotib.

Demikian sekilas pengungkapan sejarah SMU Negeri 2 Purwokerto, semoga menghasilkan putra-putri terbaik bagi Ibu Pertiwi Indonesia.
Permasalahan dan Pemecahannya

Sesuai dengan perjalanannya, permasalahan yang muncul adalah sebagaimana berikut:
1. Personal
2. Sarana fisik
3. Status tanah

Personal menjadi masalah karena tenaga edukatif dan nonedukatif banyak yang purnatugas, sementara pengangkatan PNS baru sangat kecil. Akibatnya di sekolah ini harus mengangkat GTT dan PTT. Pengangkatan GTT dan PTT akan membawa dampak terhadap dinamika pembelajaran dan keuangan sekolah.

Sarana fisik menjadi permasalahan tersendiri, karena sesuai dengan usianya, sarana prasarana fisik banyak yang sudah tua. Akibat hal ini, biaya rehabilitasi dan pemeliharaan menjadi sangat besar. Dana rutin dari pemerintah (DIK) untuk mata anggaran ini tidak sebanding dengan kebutuhan. Akibat lanjutan adalah pihak sekolah harus mencukupi dari dana BP-3 / Komite sekolah. Penggunaan dana semacam ini tentu akan mengurangi mata anggaran lain, khususnya yang mestinya dapat untuk proses pembelajaran dan pengembangan lainnya.

Merupakan rangkaian masalah dari usia sekolah adalah status tanah. Akibat proses pemilikan pada zaman kemerdekaan, maka tanah SMU Negeri 2 Purwokerto menjadi membingungkan. Pihak Angkatan Darat (ABRI) mengeklaim sebagai milik, pihak Depdiknas (pengelola sekolah) yang menempati. Kedua belah pihak saling membutuhkan sehingga status tanah tetap belum terselesaikan walaupun telah berulang kali diupayakan penyelesaiannya.

Penutup
SMU Negeri 2 Purwokerto sebagai sekolah yang tua dapat menjadi bahan perbandingan dan bahan kajian para pengelola pendidikan. Di dalamnya terdapat dinamika dan pengalaman yang menarik.

Sumber : http://prawitohudoro.blogspot.com/2009/11/sejarah-sma-negeri-2-purwokerto.html

Sejarah SMAN 2 Kebumen


Sebagaimana termuat dalam pembukaan UUD 1945, bahwa salah satu tujuan Negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut perlu adanya sarana dan prasaranapendukug demi tercapainya tujuan tersebut.

Upaya yang bisa ditempuh antara lain dengan penyediaan sarana pendidikan sebagai wahana pencerdasan dan pendewasaan bangsa. Seiring dengan bertambahnya penduduk khususnya kabupaten Kebumen, maka kebutuhan akan penyediaan sarana pendidikan yang berupa sekolah sangat diperlukan, khususnya untuk wilayah perkotaan. Hal itu mengngat bahwa di wilayah perkotaan baru ada 1(satu) Sekolah Menengah Atas, yaitu SMA Negeri Kebumen. Untuk Kabupaten Kebumen pada tahun 1987 terdapat 5 (lima) Sekolah Menengah Atas yang tersebar di 5 (lima) kecamatan, yaitu:

1. SMA Negeri Kebumen, berdiri tanggal 1 Agustus 1958
2. SMA Negeri Gombong, berdiri tanggal 16 Agustus 1965
3. SMA Negeri Prembun, berdiri tanggal 9 Agustus 1982
4. SMA Negeri Kutowinangun, berdiri tanggal 20 Noovember 1984
5. SMA Negeri Karanganyar, berdiri tanggal 22 November 1985

Adapun dasar pendirian SMA Negeri 2 Kebumen adalah:
1. Surat Kakanwil Propinsi Jaw Tengah nomor : 1155/103.a/A/87 tanggal 15 Juli 1987 Yang ditandatangani oleh Bapak Drs. R. M. SOEPENO. Hal : Pembukaan SMA Negeri 2 Kebumen
2. Surat dari Kakanwil propinsi Jawa Tengah nomor:1086/103/A/87 yang ditandatangani oleh Bapak  Drs. GPBH POEGER
Hal: Rencana Pembukaan dan Penegrian Sekolah tahun Anggaran 1987/1988.

Pada saat pembukaan tahun 1987 SMA Negri 2 Kebumen masih menempati gedung SMA Negeri Kebumen, dan proses pembelajaran berlangsung sore hari dengan staf dan penhajar dari SMA Negeri Kebumen, karena masih belum mempunyai gedung sendiri. Oleh karena permasalahan gedung SPG Negeri yang seharusnya diserahkan ke SMA Negeri 2 Kebumen, akan tetapi masih dalam proses maka siswa angkatan tahun pertama(1987/1988) sebanyak 3 kelas digabung menjadi siswa SMA Negeri Kebumen dengan Kepala Sekolah Bpk.SUHADI, BA dari Purworejo.

Pada tahu ajaran berikutnya(1988/1989) SMA Negeri 2 menerima siswa baru sebanyak 3 kelas dengan proses belajar mengajar masih seperti di SMA Negeri Kebumen pada waktu sore hari. Pada tahun ajaran 89/90 SMA Negeri 2 Kebumen menerima siswa baru sebanyak 3 kelas,sehingga seluruhya berjumlah 6 kelas (kelas 1 dan kelas 2). Pada tahun itu pula SMA Negeri 2 Kebumen pindah ke tempat yang baru di jalan Cincin kota no.8 yang semula gedung tersebut milik T Negeri (Sekarang Gedungsebelah timur dan perpustakaan). Pemindahan mebelair dan sarana administrasi pendidikan dari SMA Negeri ke gedung baru dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 1989, da tanggal tersebut dijadikan sebagai ulang tahun SMA Negeri 2 Kebumen.

Permasalahan gedung SPG Negeri yang seharusnya diserahkan ke SMA Negeri 2 Kebumen baru terealisasi tahun 1990, dengan demikian SMA Negeri 2 Kebumen mempunyai 2 tempat belajar yang saling berjauhan yaitu di jaan Veteran (gedung SPG) dan di jalan Cincin Kota 8 (Gedung ST Negeri). Hal tersebut menyulitkan pelaksnaanpengelolaan pendidikan, maka gedung SPG Negeri diserahkan ke SMA Negeri 2 Kebumen yang ditukar dengan gedung SMP Negeri 2 Kebumen sejumlah 16 lokal, kantor,lab kimia dan biologi dengan luas tanah 20.000 m2(sekarang gedung SMA Negeri sebelah barat).

Sampai saat ini SMA Negeri 2 Kebumen telah meluluskan siswa sebanyak 3507 siswa yang lulusannya banyak yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi,
bekerja di instansi pemerintah atau swasta dan ikatan dinas.

Kepala Sekolah yang pernah menjabat di SMA Negeri 2 Kebumen adalah:
1. Bapak SUHADI, BA menjabat dari 16 Juli 1987 s.d 1 Januari 1990
2. Bapak Drs.SLAMET PRAWIROATMOJO, menjabat dari 1 Januari 1990 s.d 15 Juni 1993.
3. Bapak Drs.KASIRAN DJOJOATMODJO, menjabat dari 15 Juni 1993 s.d 20 Januari 1995
4. Bapak Drs.AIR MAS, menjabat dari 20 Januari 1995 s.d 19 Juli 1999
5. Bapak Drs.MASKHEMI, M.Pd,mejabat dari 19 Juli 1999 s.d 20 Oktober 2004
6. Ibu Dra.YENI PUSPITASARI, M.M.Pd., menjabat dari 20 Oktober 2004 s.d sekarang.

Demikian sejarah singkat SMA Negeri 2 Kebumen.